Wintergardens at Domain Park

Domain Park adalah salah satu taman besar di Auckland. Taman ini juga dikenal dengan nama The Domain dan Gum Tree Hill. Lokasinya yang berada di Park Road, Grafton dan tidak jauh dari city center membuat taman ini menjadi pilihan dan favorit warga Auckland untuk sekedar berjalan – jalan dan berolahraga. Selain menyediakan track dan lahan luas untuk berolahraga, di dalam Domain Park ini juga terdapat Auckland War Memorial Museum dan Wintergardens.

Walaupun namanya Wintergardens, taman ini tetap buka di musim panas. Hanya saja opening and closing hours akan berbeda di saat Winter and Summer. Kabar baiknya, untuk masuk ke taman ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis! Winter Garden memiliki 2 bangunan yang saling berseberangan dan koleksi tanaman di kedua bangunan tsb berbeda. Di sisi tengah antar kedua bangunan terdapat sebuah hutan buatan mini yang terlihat seperti sungguhan.

pinky flower
pinky flower
My favorite tulip
My favorite tulip

10701961_10152749877238134_8168098928121629951_n

Saya pribadi sangat suka mengunjungi Wintergardens karena lokasinya yang dekat dengan city center, gratis, koleksi bunganya juga cukup beragam. Di postingan saya sebelumnya, saya sempat bercerita mengenai Auckland Botanic Garden yang berlokasi di Manukau (jauh dari Auckland City). Jika kedua taman ini dibandingkan, sudah jelas Auckland Botanic Garden memiliki lahan dan variasi bunga yang lebih banyak. Tapi, Wintergardens ini sangat pantas dijadikan alternative jika kalian tidak sempat mengunjungi Auckland Botanic Garden.

Setiap pergantian musim, bunga yang ditampilkan juga berbeda. Pertama kali saya mengunjungi taman ini di bulan Juni, saat itu koleksi bunganya tidak terlalu banyak dan menarik. Terakhir kali saya mengunjungi taman ini di akhir September dan saya sangat senang karena bisa melihat beragam bunga beraneka warna. Bunga yang berhasil membuat saya terpana adalah tulip. I was surprised when I saw many kinds of Tulips there. Saya sama sekali tidak menyangka bisa melihat banyak jenis tulip di sana. Ternyata saya tidak perlu jauh – jauh ke Keukenhoff untuk melihat tulip (yang ini statement sesat karena saya belum pernah ke Keukenhoff ;p). Tapi kalau mau melihat taman penuh dengan tulip ya tetap harus ke Keukenhoff. Hanya saja untuk saya, bisa melihat tulip di Auckland sudah cukup. Hehehehe

10676306_10152749877883134_7067191066561021938_n

Little forest in Wintergardens
Little forest in Wintergardens
Lazy swan was sleeping in the afternoon
Lazy swan was sleeping in the afternoon

Koleksi bunga di waktu summer jelas lebih beragam dan berwarna dibandingkan Winter season. Keindahannya bisa dilihat di foto yang saya post di sini. Di Winter Garden, pengunjung tidak diperkenankan untuk memegang apalagi memetik bunga di sana. Sebenarnya tanpa peringatan itu pun, saya tidak tega untuk memetik bunga di sana. Bunga – bunga di sana sudah tertata dengan sangat rapi dan cantik, jadi tidak ada alasan untuk merusaknya bukan?

Jika kalian masih memiliki waktu banyak, kalian bisa mengunjungi Museum, duduk – duduk santai, berolahraga atau sekedar berjalan mengitari danau kecil yang berada tidak jauh dari Winter Garden. Di pinggir danau itu kalian bisa melihat sekumpulan angsa yang sedang bersantai dan “sun-bathing” ;)). Oleh karena itu, taman ini juga dikenal sebagai Duck Ponds. Sekian cerita saya mengenai Wintergardens, see you in another story!

Tulips parade
Tulips parade

10408635_10152749881668134_3793693383176947569_n

i love this color so much!
i love this color so much!
Jalan di dalam hutan di tengah kota. ;)
Jalan di dalam hutan di tengah kota.😉

Cornwall Park & One Tree Hill

Cornwall Park
Cornwall Park
the most unique signs i've ever seen. lol
the most unique signs i’ve ever seen. lol

Cornwall Park adalah salah satu objek wisata di Auckland. Dan tempat ini pantas masuk daftar wajib dikunjungi. Alasannya sederhana saja, buat saya tempat ini benar – benar menenangkan dan menyejukkan hati serta mata, apalagi saya sangat menyukai keindahan alam. Buat saya, bisa melihat hijaunya dedaunan, rimbunnya pepohonan, mendengar kicauan burung dan menghirup udara sejuk jauh lebih menyenangkan ketimbang muter – muter seharian di mall.

Ini pertama kalinya saya mengunjungi Cornwall Park, padahal sebelumnya saya sudah pernah ke One Tree Hill Domain yang notabene bersebelahan dengan Cornwall Park. Saya baru menyadari ternyata lahan luas itu merupakan gabungan 2 taman yang dikelola oleh manajemen berbeda, tapi tetap di bawah bendera Auckland Council. Yang membuat saya kagum, pengelolaan kedua taman ini sangat bagus, sehingga pengunjung tidak akan menyadari kalau mereka sudah mengunjungi 2 taman berbeda (seperti saya yang baru sadar. Hehehehe). Kedua taman ini menawarkan rekreasi alam yang sama, hanya saja jika ingin melihat lucunya domba – domba, kalian harus ke Cornwall Park. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kedua taman ini, bisa langsung mengunjungi website-nya masing – masing. http://www.aucklandcouncil.govt.nz/EN/parksfacilities/premierparks/Pages/onetreehill.aspx

http://www.cornwallpark.co.nz/index.php

Countryside view
Countryside viewIMG_9130

Hamparan rumput hijau yang luas, pohon – pohon yang menjulang tinggi serta kumpulan domba – domba menggemaskan membuat saya betah menghabiskan waktu bersantai di taman ini. Taman ini bisa digunakan sebagai tempat untuk berolahraga (jogging) atau piknik dan merayakan ulang tahun dengan pesta barbeque. Pengunjung hanya perlu membawa alas duduk dan bekal makanan masing – masing.

Dari sekian banyak taman hijau terbuka yang saya kunjungi di Auckland, menurut saya kedua taman ini adalah yang terbaik. Saya bisa menikmati keindahan alam dan merasakan ketenangan di sana. Sangat cocok untuk relaksasi pikiran dan jiwa *jadi curhat*. Dan melihat domba – domba berkeliaran tanpa merasa terganggu dengan keberadaan manusia membuat saya semakin jatuh cinta dengan tempat ini. Jadi untuk kalian yang ingin menghabiskan waktu senggang dengan berbaring di atas rumput hijau dan menikmati semilir sejuknya angin, dijamin tidak akan menyesal datang ke One Tree Hill & Cornwall Park.

bekal piknik saya ;D
bekal piknik saya ;D
Jalan menuju Cornwall Park
Jalan menuju Cornwall Park

Di bawah ini adalah foto – foto keindahan One Tree Hill. Jadi kalian tidak perlu bingung membayangkan betapa indahnya tempat ini, silakan menikmati dan ngiler melihat cantiknya pemandangan di sana ;p

Mama domba dan anak - anaknya yang lucu ;))
Mama domba dan anak – anaknya yang lucu ;))

IMG_9134

This moment was really breathtaking
This moment was really breathtaking
Clear blue sky
Clear blue sky
I don't know the name of this flower, but i think it looks like a baby bottle brush. lol
I don’t know the name of this flower, but i think it looks like a baby bottle brush. lol

IMG_9138

a flock of sheep
a flock of sheep
i'm so deeply in love with this park
i’m so deeply in love with this park

IMG_9141

sheep are everywhere
sheep are everywhere

IMG_9143

IMG_9144

between the trees
between the trees

Giapo Haute Ice Cream

Ice Cream… Siapa sih yang tidak suka dengan dessert yang satu ini? Saya termasuk salah satu penggemar beratnya dan tidak pernah bisa menolak godaannya. Membayangkan manis dan lembutnya es krim meleleh di lidah saja sudah membuat saya ngiler setengah mati dan langsung ngacir ke supermarket untuk membelinya. Ya, saya memang impulsive. Hahahahaa

New Zealand sebagai negara penghasil dairy product terbaik di dunia (yang ini kata lecture saya yang seorang kiwi, jadi kalo keliru jangan nyalahin saya ya. Haha) memiliki produk es krim, susu dan coklat yang enak. Harus saya akui, dairy product made in New Zealand memang lebih enak daripada yang ada di Indonesia. Bahkan merek es krim “umum” yang dijual di supermarket, seperti TipTop, Signature Range atau Pams sekalipun rasanya enak dan sangat dominan rasa susunya. Tapi kali ini, saya akan me-review salah satu toko es krim terkenal di Auckland yang bukan berasal dari New Zealand.

staff handal 'perias' ice cream ;D
staff handal ‘perias’ ice cream ;D
Giapo Buono with cone
Giapo Buono with cone

IMG_9147

Nama toko es krim ini adalah Giapo, yang diambil dari nama sang pemilik toko. Berdasarkan cerita dari staff mereka, Giapo adalah seorang chef berkebangsaan Itali. Toko mereka yang berlokasi di Queen Street adalah satu – satunya cabang yang mereka punya. Kelezatan dan keindahan penampilan es krim yang mereka jual sudah terkenal dan menjadi daya tarik tersendiri untuk para pembeli. Setiap turis yang mengunjungi Auckland hampir selalu menyempatkan diri untuk mampir dan mencicipi es krim Italia ini. Jadi tidak heran, hampir setiap kali saya melewati toko es krim ini, antrian panjang dari customer selalu terlihat baik sore atau malam hari.

Akhirnya kemarin saya merasakan juga kelezatan es krim yang satu ini. Saya memilih rasa Giapo Buono, hasil rekomendasi dari staff yang melayani saya. Giapo Buono ini menawarkan rasa caramel yang dominan dengan rasa manis yang pas. Saya juga sempat mencicipi rasa Tiramisu yang juga tidak kalah enak dengan adanya potongan kue di dalam es krimnya. Buat saya rasa es krim Giapo ini enak, tipikal es krim gelato Italia yang memang sudah terkenal dengan rasa enak dan lembutnya. Yang membuat saya memberi nilai plus untuk es krim ini adalah keahlian para staff yang menata es krim pesanan customer dengan cantiknya.

Tiramisu in cup
Tiramisu in cup

IMG_9149

IMG_9150

The front side of Giapo's store
The front side of Giapo’s store

IMG_9152

You can enjoy your ice cream here while seeing people hanging aorund
You can enjoy your ice cream here while seeing people hanging aorund

Melihat kepiawaian para staff dalam mendekorasi es krim, tidak heran es krim ini dibandrol degan harga di atas rata – rata. Karena dibutuhkan kreativitas, kecepatan dan juga keahlian tangan untuk membuat penampilan es krim ini menjadi menarik dan cantik. Jadi, begitu customer menyebutkan pesanan mereka, para staff langsung membuatkan pesanan customer dan voila dalam waktu kurang dari 2 menit, es krim cantik pesanan customer sudah tersedia.

Kemarin saya memesan Giapo Buono with cone. Porsinya cukup besar dan mengenyangkan, tapi kalau ingin porsi yang normal dan menghindari rasa eneg berlebihan, you better pick a cup instead of cone. Karena menurut saya, porsi es krim menggunakan cup lebih sedikit dibanding menggunakan cone. Buat saya yang pecinta es krim sih, menghabiskan ice cream with cone itu bukan masalah. hahahaha

Me with ice cream >.<
Me with ice cream >.<

Namun, dalam jangka waktu lama mungkin saya tidak akan mencicipi es krim ini lagi. Bukan karena rasanya tidak enak, tapi saya ingin mencicipi es krim lain yang juga terkenal di Auckland. Hehehe. Yang jelas, jika kalian berkunjung ke Auckland, toko es krim ini adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi, khususnya untuk para pecinta es krim!

Burger Fuel

Sebagai salah satu makanan favorit segala usia, burger bisa menjadi menu pengganti nasi untuk breakfast, lunch or dinner. Tak heran banyak fast food restaurant berlomba menawarkan berbagai macam jenis burger dengan varian harga yang bersahabat dengan kantong. Di Auckland sendiri, fast food restaurant besar seperti McDonalds, Wendy’s, Burger King dan Carl’s Jr. mengeluarkan paket burger dengan harga seragam, yakni starting from $5. Dengan $5, customer sudah bisa menikmati satu buah burger, kentang dan minuman. Untuk harga sih memang sangat terjangkau, tapi untuk rasa? Jangan ditanya, harga memang tidak bisa bohong. Untuk sekedar mengenyangkan perut lapar sih, paket burger yang saya sebutkan tadi memang pantas untuk dibeli. Tapi jika ingin menikmati burger dengan rasa daging yang juicy, sayuran segar dan saus tomat yang lezat, tentunya paket burger tsb bukan pilihan yang tepat.

 

Seorang teman saya pernah mengatakan kalau Burger Fuel adalah salah satu restoran burger favorit dan enak di Auckland (padahal dia sendiri belum pernah coba. Hahahaha). Berbekal rasa penasaran dan keinginan untuk makan burger, jadilah saya janjian makan bareng Burger Fuel dengan si empu informasi ini. Kami janjian pukul 7 malam, berhubung sekarang sudah spring dan menuju summer, matahari masih terlihat terang bahkan di pukul 7. Dari jauh saya sudah bisa melihat papan nama restoran burger asli dari New Zealand ini. Warna ungu yang menjadi ciri khasnya terlihat eye catching dipadu dengan lampu yang terang.

 

Saya mengunjungi store mereka yang berada di Queen Street. Store ini tidak terlalu besar, tapi cukup menampung kurang lebih 30 customer (indoor & outdoor). Begitu melangkah masuk ke dalam store, saya sudah disuguhi dengan dekorasi yang ramai dan enerjik serta dentuman music yang tidak berhenti diputar. Di sisi kanan dinding, terdapat menu burger, minuman dan juga side dish yang bisa dipilih. Setelah galau beberapa menit karena bingung mau mencoba burger yang mana, akhirnya pilihan saya jatuh ke Ring Burner.

 

Setelah menunggu sekitar 5-10 menit, pesanan burger saya sudah siap. Saya pun langsung mengeluarkan burger pesanan saya dan memakannya. Sebuah burger dengan ukuran besar serta beef, bacon, salad, relish and aioli sebagai isinya berhasil membuat lidah saya menari bahagia. Sungguh, ini adalah burger terenak yang pernah saya makan. Daging sapinya terasa sangat juicy. Yang ini saya tidak heran karena di website-nya, Burger Fuel mengaku menggunakan 100%NZ grass fed beef. Saya sih berpikir mungkin cara pengolahan dagingnya juga berbeda (yang ini jelas hanya opini sok tahu saya. Hahahaha).

Ring Burner
Ring Burner
Porsi dan rasanya sangat memuaskan ;)))
Porsi dan rasanya sangat memuaskan ;)))

 

 

Dan yang membuat lidah saya tidak berhenti bergoyang adalah jalapeno sauce di dalamnya. Jalapeno sauce ini sukses membuat saya lupa akan kenikmatan chilli sauce (yang selalu jadi andalan saya kalau makan burger). Bacon slice-nya pun enakkk, rotinya juga lembut, maknyoslah pokoknya. Walaupun harga burgernya jauh lebih mahal dibanding fast food restaurant biasa, tapi dijamin gak bikin nyesel. Harganya sesuai dengan kualitas dan rasa yang ditawarkan. Range harga burger di sini mulai dari $5.90 – $13.50. Untuk lebih jelasnya, langsung aja visit website-nya ya.  http://www.burgerfuel.com/nz/

Jadi, kalau disuruh memberikan nilai, saya berikan nilai 9 untuk Burger Fuel. Dan sudah pasti saya akan kembali lagi mengunjungi burger store yang satu ini😀

 

PS: Saya bukan tim marketing dari Burger Fuel, review saya murni dari sudut pandang customer awam yang mencari burger dengan rasa enak :))

Auckland Botanic Garden

Hari Senin, 27 Oktober 2014 kemarin adalah Labor Day di New Zealand, yang berarti public holiday. Berhubung cuaca di Auckland sudah mulai membaik (apa coba?), yaa selama winter kemarin kan hampir setiap hari hujan, karena sekarang sudah spring, matahari mulai berani unjuk gigi >.< Walaupun forecast bilang kalau hari Senin akan hujan, saya tetap nekat mengunjungi Auckland Botanic Garden berbekal payung. Hahahaha

Jadilah saya pagi – pagi sudah bangun dan berangkat. Karena saya tinggal di city center dan Botanic Garden ini lokasinya di Manukau, butuh waktu sekitar satu setengah jam hingga dua jam untuk sampai di sana. Ada beberapa pilihan transportasi untuk menuju ke sana. Untuk yang punya kendaraan pribadi sih jelas gak usah bingung ya, nah untuk yang mengandalkan trasnportasi umum jangan khawatir, kita bisa menggunakan kereta dan bis untuk ke sana. Untuk jadwal keberangkatan, biaya dll bisa langsung mengecek di link ini http://at.govt.nz/Journeyplanner. Kalau saya sih menggunakan aplikasi AT Public Transport di iPhone saya.

IMG_8804
Rose Garden
IMG_8720
Looks like a star

Kemarin saya menggunakan bis karena hanya itu pilihan yang tersedia di Labor Day. Saya naik bis dengan nomor 471 dan berhenti di Manurewa (Manukau City Center) dan melanjutkan dengan bis nomor 466 menuju Botanic Garden. Ongkosnya cukup murah, approx. $5.5 (karena saya dapat student discount untuk transportasi umum), kalau harga normal sih $9.5. Sepanjang perjalanan menuju Manukau, tidak ada pemandangan yang menarik. Saya hanya menemui sederetan toko, gedung perkantoran, perumahan dan mal. Tapiii, begitu sampai di jalan dekat Botanic Garden, ada pemandangan yang tidak biasa. Deretan rumah dengan design eksklusif memanjakan mata saya. Ternyata, bis yang saya tumpangi melewati perumahan elite. Buat saya sih elite karena selama ini saya belum pernah liat rumah dengan design seperti itu di Auckland. Hehehe. Oh iya, nama komplek perumahannya The Gardens.

Saya sampai di Botanic Garden jam 11 siang dan langsung mengitari taman tersebut. Saya tidak mengambil peta (yang bisa diambil di Visitor Center atau di website), saya hanya mengikuti papan petunjuk dan menikmati keindahan taman beserta bunga yang terhampar di hadapan saya. Karena saya punya waktu seharian penuh dan saya memang ingin menghabiskan waktu menikmati dan mengeksplor koleksi Botanic Garden, jadilah saya berjalan santai sambil mengambil foto bunga – bunga di sana. Tidak jauh dari gerbang utama, mata saya sudah disuguhi keindahan bunga beraneka warna. Ada beberapa bunga yang saya tahu namanya, tapi kebanyakan saya sama sekali tidak tahu. Ada bunga lavender (untuk yang satu ini sih saya sudah sering melihat di pekarangan rumah orang ;)) dan ada bunga lain yang saya gak tau namanya, tapi wanginya harum sekali seperti vanilla, lalu ada juga berbagai jenis daun mint.

Botanic Garden dibagi menjadi beberapa bagian taman, seperti Rock Garden, Roses, Magnolias, Orchard, Camellias, Native Plant Ideas, dll. In my opinion, Roses Garden itu penataannya paling bagus, sedangkan Rock Garden view-nya paling bagus karena ada danaunya. Di sana juga ada Native Forest, sepertinya sih taman ini biasa digunakan sebagai jalur tracking. Berdasarkan tips dari pengelola untuk pengunjung yang ingin berjalan – jalan di hutan sebaiknya menggunakan sturdy shoes dan membawa air minum, karena perjalanan akan memakan waktu 2 jam. Kalau hanya ingin mengitari taman – taman cantik sih gak perlu khawatir kehabisan air minum, karena ada beberapa drinking fountain di sekitar areal taman. Yang pasti, kalau ingin perjalanan aman dan nyaman buat kaki, ya sebaiknya menggunakan sport shoes atau alas kaki yang nyaman. High heels, wedges or even boots is a big NO NO or else you might be end up with broken legs :p

IMG_8737
Bunga ini teksturnya sangat lembut
IMG_8741
Menurut saya, bunga ini warnanya paling cantik ;))
IMG_8800
Danau di area Rose Garden. Cantik!
IMG_8790
Pemandangan danau di dekat Rock Garden
IMG_8728
Warna mawar favorit saya…

IMG_8806

IMG_8805
Gerbang masuk menuju Rose Garden

IMG_8803

IMG_8802

IMG_8797

IMG_8796

IMG_8795

IMG_8794

IMG_8746

IMG_8747

IMG_8748

IMG_8749

IMG_8750
Taman bunga beraneka warna

IMG_8752

IMG_8760

IMG_8761

IMG_8770

IMG_8776

IMG_8721
Pink Rose

IMG_8722

IMG_8730

IMG_8732
Keindahan bunga di Auckland Botanic Garden

IMG_8733

IMG_8734

IMG_8736

IMG_8738

IMG_8739

Ketemu anjing paling besar yang pernah saya liat. Saya gak tau ras-nya apa...
Ketemu anjing paling besar yang pernah saya liat. Saya gak tau ras-nya apa…
Tips untuk menikmati Auckland Botanic Garden
Tips untuk menikmati Auckland Botanic Garden
Gak cuma di Indonesia yang tangannya pada 'jahil'. Di Auckland juga ada yang begitu. hahahaa
Gak cuma di Indonesia yang tangannya pada ‘jahil’. Di Auckland juga ada yang begitu. hahahaa
1962633_10152834622643134_4705715058400011009_n
Gak perlu takut nyasar, papan peta kayak gini tersebar di sudut – sudut taman😉

1392036_10152834622808134_3827506347762170815_n

64358_10152834622868134_8314213731092438659_n

Nama tumbuhannya sangat eye catching. Emangnya cuma emas yang 24 karat? ;p
Nama tumbuhannya sangat eye catching. Emangnya cuma emas yang 24 karat? ;p

Berhubung saya datang di waktu spring, ada beberapa bunga yang belum mekar atau mekar dengan sempurna. Seperti mawar yang akan mekar dengan sempurna di saat summer dan beberapa bunga lain yang sama sekali belum mekar waktu saya ke sana L. Tapi bunga – bunga musim semi yang mekar gak kalah indah kok dengan mawar. Maafkan keawaman saya akan nama dan jenis tanaman, untuk varietas bunga di Botanic Garden bisa dilihat di foto yang saya post juga  di sini. Jadi, silakan tebak – tebak sendiri ya nama bunganya apa. Hehehe. Oh iya, foto – foto ini diambil menggunakan iPhone 5.

Botanic Garden ini dibuka untuk umum dan gratis. Taman ini hanya tutup pada Christmas Day. Taman ini juga cocok dikunjungi oleh semua tingkat usia, baik berkelompok maupun individu. Karena saya sendiri memilih untuk pergi sendirian ke taman ini. Tujuan utamanya sih untuk refreshing my mind, taking beautiful pics and enjoying me time by lying down on grass. And my mission was accomplished. Everything ran smoothly, unless strong wind and a little rain. Impian saya untuk piknik di taman terbuka tercapai sudah. Berbekal kain Bali sebagai alas duduk, saya menikmati pasta sebagai menu makan siang saya ditemani semilir angin dan juga kicauan burung. Perfect!

Setelah menikmati waktu santai di atas rumput, saya memutuskan untuk berjalan lagi melewati areal taman yang belum saya kunjungi. Saya sempat melihat Edible Garden yang ternyata berisi tanaman sayuran dan buah yang biasa kita konsumsi. Ada tanaman lettuce, strawberry, zucchini, dan beberapa tanaman lain yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Honestly, Edible Garden ini kurang menarik untuk dikunjungi. Jika dibandingkan dengan taman – taman lain yang ada di Botanic Garden ini, Edible Garden terlihat paling tidak terawat. Banyak tanaman yang tidak terawat dengan baik dan penataannya juga kurang artistic (halahh, bahasanya uda kayak expert aja. Hahahaa)

Selama mengelilingi Botanic Garden, saya menemukan beberapa hal menarik, mulai dari bentuk tanaman yang gak lazim, warna bunga yang bermacam – macam sampai nama tanaman yang lucu dan eye catching. Jadi kalau ada pertanyaan apakah saya menikmati perjalanan saya ke Botanic Garden, jawabannya adalah iya. Bukan hanya indera penglihatan saya yang terhibur, indera penciuman, pendengaran dan perasa saya juga ikut terhibur dengan keragaman tanaman di sana. Jika kalian sedang berada di Auckland, Botanic Garden bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang patut dikunjungi. Sekian and see you on another story!

Tips:

Beberapa tips dari saya jika ingin mengunjungi Botanic Garden, bawalah payung, sun screen, sun glasses, topi dan alas duduk jika ingin duduk – duduk menikmati suasana. Gunakan sepatu dan pakaian yang nyaman. Jangan lupa bawa kamera atau smartphone dengan fitur kamera. Jika memang ingin mengitari seluruh areal Botanic Garden, datanglah dari pagi sekitar jam 10 -11 agar waktunya cukup dan tidak pulang tidak terlalu sore / malam.

Auckland pics Part1

I have been living in Auckland for 6 months and now I just want to share some pics that I took around Auckland. I’m not a professional photographer, but I really love taking beautiful pics. So, enjoy Auckland City’s view through my iPhone ;)) 10710645_10152777697983134_7965363359834807924_n 10675511_10152777699058134_3832413251018793720_n 10685497_10152777699483134_7595440401465329570_n 10685497_10152777703003134_1756758078374190427_n 10689825_10152777703683134_7965569330138631253_n 10698467_10152777699268134_176786553347919031_n 10698477_10152777698208134_6582517793039233242_n 10698698_10152777699353134_3017376608761730315_n 10649581_10152777704033134_7366889632474953812_n 10660140_10152777704208134_8380720778701095667_n 10665812_10152777697793134_8351771709711267196_n 10665929_10152777704708134_1693401960891249138_n 10670001_10152777703748134_2559163909277521909_n 10671220_10152777698703134_4982751511205458588_n 10671436_10152777699768134_1567137920382418505_n 10616203_10152777697508134_8486233811769488728_n 10616571_10152777697728134_6005799949192363009_n 10624556_10152777699893134_8943066791756094699_n 10639701_10152777703923134_3000023215455395473_n 10645260_10152777700338134_971580047046218536_n 10646786_10152777703413134_6170215844478142396_n 10647058_10152777704773134_1861827819558768713_n

This post is the first part. I’ll upload the second part later🙂

Nasi Ulam khas Betawi

Bagi para pecinta kuliner nusantara, nama nasi ulam pasti sudah tidak asing lagi. Kuliner yang satu ini dikenal sebagai makanan khas daerah Jakarta / Betawi. Saya sendiri pertama kali mencicipi nasi ulam saat saya masih duduk di bangku SMA. Nasi ulam yang saya cicipi waktu itu adalah nasi ulam yang kering tanpa siraman kuah kecap. Menurut wikipedia sih, nasi ulam kering ini khas Jakarta Selatan.  http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_ulam

Setelah sekian tahun berlalu, kemarin malam saya diajak oleh paman saya untuk mencoba nasi ulam kaki lima di daerah Mangga Besar. Lokasinya berada tidak jauh dari Lokasari. Jadi jika anda datang dari arah Olimo, maka posisi warung tenda nasi ulam ini adalah sebelum Lokasari. Untuk saya pribadi, kalau saya tidak diantar oleh paman saya, hampir pasti saya tidak akan menemukan warung ini.

Lokasinya berada di trotoar jalur lambat, sehingga jika anda berkendara di jalur cepat, anda mungkin kesulitan mencari di mana warung nasi ulam ini. Warung tenda ini buka pada malam hari, tapi saya tidak tahu pasti jam buka dan tutupnya. Warung tenda ini berukuran kecil dan hanya terdapat sebuah meja panjang serta bangku plastik yang mampu menampung sekitar 8-10 orang.

Warung tenda ini cukup ramai. Kemarin saat saya datang, pembeli datang silih berganti. Ada yang rela mengantri mendapatkan tempat duduk, ada juga yang memilih untuk dibungkus dibawa pulang. Tapi yang membuat tidak nyaman makan di warung ini adalah pendekar bergitar alias tukang ngamen yang datang bergiliran. Dari mulai saya duduk sampai saya selesai makan, total ada 5 pengamen yang datang meramaikan suasana. Ini salah satu hal yang menyebalkan dari makan di kaki lima.

Tak lama kemudian, seporsi nasi ulam pun tersaji di hadapan saya. Saya sempat terkesima dengan banyaknya lauk yang terhampar di atas nasi putih dengan siraman kuah kecap. Lauknya terdiri dari dendeng, tahu, kentang, telur dadar, bihun goreng, dan keripik tempe. Seharusnya ada lauk perkedel juga, sayangnya waktu saya datang, perkedelnya habis.

Nasi Ulam di Mangga Besar
Nasi Ulam di Mangga Besar

Suapan pertama pun meluncur dengan sukses. Rasa gurih serundeng dan manisnya kuah kecap bercampur dengan nikmat di dalam mulut saya. Lidah saya begitu dimanjakan dengan rasa manis dendeng, gurih telur dadar dan keripik tempe. Tak lupa sepiring kerupuk menemani nikmatnya santap malam saya. Disediakan juga sambal kacang bagi yang ingin rasa pedas. Tapi buat saya, tanpa sambal kacang pun, makanan ini sudah enak disantap.

Selesai makan, saya memperhatikan Bang Muhi, si penjual menyiapkan sepiring nasi ulam. Sebenarnya porsi dari nasi putihnya tidak terlalu banyak. Tapi, banyaknya lauk yang disajikan sukses membuat kita merasa kenyang.

Sepiring nasi ulam ini dihargai 15 ribu rupiah saja, sangat bersahabat dengan kocek bukan? Harga yang wajar dan masuk akal melihat banyaknya lauk yang disajikan bersama makanan khas betawi ini. Jadi jika anda ingin bernostalgia dengan makanan khas betawi ini, silakan mampir ke warung nasi ulam Bang Muhi di Mangga Besar.

Oknum Petugas PLN

Pada  hari Kamis, tanggal 18 April 2013 rumah saya didatangi oleh 4 orang yang mengaku petugas PLN. Dua orang memakai rompi seragam PLN dan dua orang lainnya mengenakan baju batik. Saat itu yang membukakan pintu adalah Mama saya.

Maksud kedatangan mereka adalah untuk mengganti meteran listrik di rumah saya dengan yang baru. Alasannya, meteran PLN di rumah saya sudah lebih dari 20 tahun dan harus diganti dengan yang baru. Tapi, kami dikenakan ongkos pengganti meteran sebesar Rp. 105.000,-

Setelah itu, keempat petugas PLN itu masuk ke teras rumah saya dan mulai mengecek meteran. Saat mereka mengecek meteran, Mama saya mencoba berargumen dengan mereka. Dalam argumentasi itu, sang petugas PLN akhirnya mengatakan kalau Mama saya hanya perlu membayar uang penggantian meteran secara sukarela.

Melihat gelagat yang tidak baik dari petugas PLN, Papa saya menghubungi call center PLN pusat. Dan pihak call center mengatakan bahwa tidak ada keharusan untuk warga mengganti meteran listriknya. Setelah memastikan bahwa tidak harus mengganti meteran, akhirnya orang tua saya melarang petugas PLN itu mengganti meteran.

Setelah memaparkan isi pembicaraan Papa saya dengan pihak call center ke si petugas PLN, oknum petugas PLN itu akhirnya hanya mengatakan “Ya, terserah kalau Bapak tidak mau ganti. Tidak apa – apa.” Dan setelah itu keempat petugas itu pun pergi.

Dalam kasus ini, hal pertama yang aneh adalah kalau memang PLN mengadakan penggantian meteran listrik baru secara massal, seharusnya si petugas PLN membawa surat jalan resmi dari PLN terkait penggantian meteran baru ini. Tapi nyatanya, oknum petugas ini tidak membawa surat jalan.

Hal kedua yang aneh adalah kalau memang alasan penggantian karena meteran di rumah saya sudah berusia lebih dari 20 tahun, kenapa hanya rumah saya yang didatangi oleh petugas PLN itu. Sementara rumah di sebelah saya persis juga usianya sudah lebih dari 20 tahun, tapi tidak didatangi oleh mereka.

Hal ketiga yang aneh adalah biaya penggantian meteran. Awalnya petugas itu mengharuskan kami membayar Rp. 105.000,- lalu turun menjadi bayar sukarela (uang rokok). Kalau memang diharuskan membayar dengan harga resmi, mana mungkin kami diperbolehkan membayar sukarela.

Setelah melakukan kroscek ke Ketua RW, Ketua RW mengatakan kalau memang ada kegiatan penggantian meteran. Tapi kegiatan itu tidak dipungut biaya sepeserpun alias GRATIS!! Jadi saya menarik kesimpulan, kalau oknum petugas PLN yang datang ke rumah saya pada Kamis lalu memang berencana melakukan penipuan terkait ongkos penggantian meteran baru.

Mungkin kejadian seperti ini sudah sering terjadi dan sudah banyak yang menjadi korban. Hal ini tidak mengherankan karena memang yang datang adalah petugas resmi dari PLN, sehingga warga banyak yang percaya dengan informasi yang diberikan. Sangat disayangkan di saat BUMN sedang berbenah diri memperbaiki layanan, masih saja ada oknum PLN yang mencoba melakukan penipuan.

Semoga dengan cerita yang saya ceritakan, bisa menjadi pelajaran agar kita sebagai warga lebih berhati – hati dengan oknum – oknum semacam ini. Lebih baik kita melakukan kroscek dengan menelpon ke call center resmi. Kalau ada yang pernah punya pengalaman serupa, sharing di sini ya, agar yang lain tahu dan lebih berhati – hati. Salam hangat.